Sejarah Shalat Tarawih, Shalat Sunnah Yang Ada Di Bulan Ramadhan

gihistory – Ustadz Ahmad Zarkasih Lc menjelaskan dalam buku “Sejarah Tarawi” bahwa baik Nabi Muhammad maupun sahabat Abu Bakar RA tidak mengenal kata Tarawi. Ia berkata dalam kitab tersebut: “Karena Nabi Muhammad SAW biasa menyebutnya bukan melalui Tarawi, melainkan dengan nama qiyam Ramadhan, inilah mata pencaharian malam Ramadhan. Artinya ibadah malam Ramadhan.”

Sejarah Shalat Tarawih, Shalat Sunnah Yang Ada Di Bulan Ramadhan

Zarkasih mengatakan istilah tarawih merupakan bentuk jamak (plural) dari satu tarwiih. Tarwiih adalah hasil dari bentuk kata sifat masdar atau kata kerja rawwaha yurawwihu.

Dikatakannya, kemunculan nama Tarawi digunakan oleh banyak atau hampir semua ulama untuk merujuk pada shalat Hadits di malam Ramadhan, ada beberapa kemungkinan. Salah satunya adalah apa yang terjadi selama masa Umar bin al-Khattab menjabat.

Dari sebuah riwayat Imam al-Marwadzi dalam kitabnya yakni Kitab Qiyam Ramadhan, dari al-Hasan, Umar RA memerintahkan Ubai untuk menjadi imam pada qiyam Ramadhan dan mereka tidur pada seperempat pertama malam, lalu mengerjakan sholat pada 2/4 malam setelahnya, dan selesai pada 1/4 malam terakhir. Mereka pun pulang dan sahur.

Mereka membacakan 5-6 ayat untuk setiap raka’at, sholat 18 rakaat salam untuk setiap dua raka’at, dan memberi mereka istirahat hanya untuk berwudhu dan menunaikan hajat mereka.

“Kata Tarawi mungkin muncul saat ini karena dalam penuturan di atas, Umar Ra memerintahkan Ubai bin Kaab untuk melafalkan 5 sampai 6 ayat dalam setiap rakaat, setiap dua rakaat, Istirahat dengan redaksi riwayat seperti ini. Istirahatlah. Ini untuk memberi mereka istirahat hanya untuk berwudhu dan menunaikan hajat mereka. “

Menurut Zarkasih, inilah mengapa Sholat ini disebut Tarawih, karena dilakukan setiap dua rakaat pendeta yang memberi banyak tarwiih dan istirahat bagi jamaah. Artinya jika shalatnya selesai dalam 18 rakaat, maka ia mendapat 9 kali tarwih.

Jika sholat selesai dalam 20 rakaat, maka tarwih yang ada menjadi 10 kali. Apalagi jika ditambah tiga rakaat witir berupa dua rakkat ditambah satu. Artinya tarwih menjadi 12 kali.

Ia berkata: “Itulah sebabnya jenis sholat ini disebut shalat Tarawi karan di dalamnya imam memberikan banyak tarwih alias istirahat di setiap selesai salam,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *