Sejarah Pertempuran Ambarawa, Saat TKR Mengusir Pasukan Inggris

gihistory – Pertempuran Ambarawa di Provinsi Jawa Tengah terjadi antara Tentara Keamanan Rakyat Indonesia (TKR) dan tentara Inggris. Mulai tanggal 20 November 1945, pertempuran yang dikenal dengan Palagan Ambarawa berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Sejarah Pertempuran Ambarawa, Saat TKR Mengusir Pasukan Inggris

Pendaratan Inggris di Jawa Tengah untuk menyelamatkan tawanan dan tahanan yang ditangkap oleh tentara Jepang menjadi titik awal pertempuran Ambarawa. Pasukan Inggris ini pindah ke Magelang dan Ambarawa. Pada masa penjajahan, Ambarawa memang merupakan kota militer bagi Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, ada juga kamp tahanan di kota kecil yang jaraknya 40 kilometer dari Semarang ini.

Proses pembebasan tawanan ini tidak mulus. Dalam bukunya Revoolosi Pemoeda: Japanese Occupation and Resistance in Java (1944-1946), Benedict Anderson menyatakan bahwa hal itu disebabkan oleh sikap Belanda.Setelah perselisihan tersebut, Belanda diperbantukan menjadi satuan Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI). RAPWI sendiri bertanggung jawab menangani tawanan perang dan interniran.

Akhirnya, konflik antara Sekutu dan TKR dan Tentara Pemuda tidak bisa dihindari. Bersamaan dengan itu, pada tanggal 20 November 1945, pertempuran melawan Ambarawa dimulai. Dalam buku “he British Occupation of Indonesia: 1945-1946: Britain, The Netherlands and the Indonesian Revolution ” karya Richard McMillan disebutkan bahwa pejuang Indonesia memblokir banyak jalan dan menembaki pasukan Inggris.

McMillan menulis: “Inggris menanggapi dengan senapan mesin dan mortir.” Pesawat Angkatan Udara Kerajaan dipanggil untuk membantu serangan udara. Pasukan Inggris di Magelang juga tertarik untuk membantu kawan-kawannya dalam pertempuran di Ambarawa.

Panglima Besar Sudirman yang baru saja terpilih menjadi ketua TKR langsung mengambil alih komando pasukan dan mengkoordinir pertempuran Ambarawa. TKR dari berbagai daerah di Jawa Tengah diperintahkan juga mengepung wilayah Danau Rawa Pening dan daerah perbukitan.

Pertempuran Ambarawa menimbulkan banyak korban di pihak Indonesia. Salah seorang petinggi TKR, Panglima Resimen Purwokerto, Letkol Isdiman, tertembak berondongan jet tempur dan membunuhnya. Tempat gugurnya Isdiman kini menjadi monumen permanen Palagan Ambarawa.

Memasuki pertengahan Desember, posisi tentara Inggris dalam pertempuran Ambarawa semakin teredesak. Selain itu, banyak interniran juga harus dilindungi. Pada 8 Desember 1945, kelompok interniran terakhir berhasil dievakuasi ke Semarang.

Pengepungan beberapa hari membuat tentara Inggris memutuskan mundur dari Ambarawa. Menurut catatan, garnisun terakhir meninggalkan Ambawa pada 14 Desember 1945. Kini, setiap tahun diperingati sebagai Hari Juang Kartika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *