Penemuan Naskah Tentang Tutorial Rahasia Pembuatan Mumi

Penemuan Naskah Tentang Tutorial Rahasia Pembuatan Mumi

gihistory – Paduan buat mumifikasi ditemukan pada sebagian papirus berumur 3. 500 tahun yang diucap manuskrip Papirus Louvre- Carlsberg. Bacaan ini dikenal begitu sebab setengahnya berada di Museum Louvre, Paris, serta setengah yang lain bagian dari Paryrus Carlsberg Collection di University of Copenhagen, Denmark.

Saat sebelum teks terkini ini ditemukan, para pakar hanya mempunyai 2 teks asli mengenai mumifikasi. Cara itu dikira sebagai seni sakral di Mesir kuno, dengan cuma beberapa ahli yang diinstruksikan tentang metode pembalseman. Wawasan itu umumnya diteruskan secara lisan dari orang ke orang.

Di antara perinci yang ada dari dokumen itu, terdapat daftar instruksi buat membalsem wajah orang yang meninggal. Caranya ddilakukan dengan selembar kain linen merah yang dilapisi larutan khusus nabati.

Diperlukan pula zat aromatik dan pengikat buat memadukan campuran dan kain yang lain yang dimaksudkan buat melindungi wajah tetap aman dari serangga serta kuman. Cara ini belum didokumentasikan sebelumnya, namun sesuai dengan bebeerap mumi yang sudah ditemui.

Naskah ini juga menjabarkan jadwal 70 hari penuh untuk pembalseman, dibagi menjadi dua bagian: periode pengeringan 35 hari dan periode pembungkus 35 hari, yang dibagi menjadi interval empat hari. Perawatan umum untuk tubuh termasuk mengoleskan campuran yang disebut natron, setelah pengangkatan organ dan otak.

Meskipun penggunaan natron tidak disebutkan dalam teks khusus ini, Egyptologist Sofie Schiødt, dari University of Kopenhagen menjelaskannya sebagaimana dikutip dari Science Alert, Rabu (3/3/2021).

“Di antara interval empat hari, jenazah ditutup dengan kain dan dilapisi jerami yang diresapi aromatik untuk mengusir serangga dan pemakan bangkai,” tuturnya.

Naskah Papirus Louvre-Carlsberg lebih tua dari dua manual mumifikasi yang telah ditemukan sebelumnya, sehingga menjadi catatan praktik tertua yang dimiliki sekarang. Ini juga mencakup detail yang lebih lengkap dibanding dua dokumen lainnya.

“Banyak uraian tentang teknik pembalseman yang kami temukan dalam papirus ini telah terlewatkan oleh dua manual selanjutnya, dan ini uraiannya sangat rinci,” kata Schiødt.

Penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review tetapi menjadi dasar tesis PhD yang ditulis oleh Schiødt.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *